Romantic Place 1: Reuni Sekolah
Mungkin Anda bukan seorang pecinta reuni. Tiap kali ada undangan reuni
sekolah datang, berbagai alasan akan Anda kemukakan. Padahal, reuni
sekolah yang kelihatannya penuh basa-basi itu bisa jadi tempat ketemu
pria idaman.
Tak sia-sia Amelia, konsultan keuangan di Singapura, sengaja
mem-booking tiket ke Jakarta untuk datang ke reuni SMP-nya. Dendy, mantan teman sekolahnya, juga melakukan hal yang sama.. Tak disangka, keduanya ketemu lagi. Dulu mereka tak pernah terpikir untuk saling mengkontak, apalagi berhubungan. Dan acara reuni ini membuat cinta justru tertaut. Jadi, lain kali Anda mendapat undangan pesta reuni sekolah, jangan ragu-ragu untuk menghadirinya!
Romantic Place 2: Pesta Pernikahan
Membantu teman pasti akan membawa berkah. Susan tak menolak saat Anita,sang sahabat memintanya jadi ‘pagar ayu’ pada pesta pernikahan kakaknya.Tak banyak orang yang bersedia. Yang pasti ia harus mengenakan busana tradisional yang terkenal sangat ruwet. Belum lagi, upacara pernikahan yang lama dan bertele-tele. Tapi Susan tak keberatan. Bukan kebetulan,Susan dipasangkan dengan Ilham, salah seorang ‘pagar bagus’. Sejak pesta pernikahan itu, mereka lalu berniat melanjutkan hubungan. Dan kini, mereka sudah akan merencanakan pernikahan.
Romantic Place 3: Klub Olahraga
Jika selama ini Anda tak suka berolahraga, buang pikiran itu jauh-jauh.
Bergabung dengan klub olahraga mungkin akan mendekatkan pada jodoh.
Pilih olahraga yang bisa membuat Anda termotivasi dan memungkinkan bertemu dengan pria-pria yang bisa dijadikan pilihan.
Iseng-iseng, Alya ingin mencoba rock climbing. Seumur-umur, ia belum
pernah melakukan olahraga ini. Saat latihan turun tebing, harness Alya tersangkut. Kontan ia pucat pasi dan berteriak minta tolong. Rico, pria atletis yang bertampang lumayan langsung turun membantunya. Kini,
Alya dan Rico jadi tambah dekat. Alya sekarang justru memutuskan keluar
dari klub rock climbing pembawa bahagia itu. Alasannya, sibuk mempersiapkan pertunangan dengan Rico.
Romantic Place 4: Perpustakaan
Bisa ditebak, perpustakaan pasti ada di urutan terakhir daftar tempat
favorit. Perpustakaan selalu punya konotasi suram dan hanya untuk si kutu
buku. Padahal, kesunyian perpustakaan itu justru bisa menumbuhkan cinta
kasih. Jika tidak karena butuh data untuk pekerjaannya, Donna tak akan mau mampir ke perpustakaan. Saat menemui kesulitan menemukan data yang dicari, seorang pria simpatik yang sedang mengerjakan tesis S3-nya datang
membantu. Sejak itu, Donna sudah tak lagi gemar duduk-duduk di kafe.
Ada pria idaman yang telah menunggunya di perpustakaan!
Romantic Place 5: Ikut kampanye sosial
Tenyata, kegiatan kampanye sosial bisa jadi ajang mendapat jodoh. “Anda
punya kesempatan ketemu orang-orang hebat. Niat baik bersosialisai
membuat mereka tambah kagum pada Anda,” ujar John Gray, Ph.D.
Tadinya Sinta tak peduli kegiatan kampanye Anti Narkoba, karena dianggap
tak ada hasilnya. Tapi saat ia sedang butuh sesuatu yang baru dalam
hidup, iseng-iseng Sinta ikut partisipasi kampanye di jalan. Di kampanye,
Sinta si anak rumahan itu tak tahan panasnya matahari. Saat terkulai lemas
dan hampir jatuh, seorang pria yang berdiri di belakangnya langsung
menangkapnya. Meski Sinta masih sering tersipu-sipu a malu karena
percintaannya berawal dari tangkapan maut Wisnu, tapi kini Sinta hidup
bahagia.
Romantic Place 6: Kuliah lagi
Dessy, PR executive yang sangat sibuk tergoda untuk kuliah lagi.
Padahal pekerjaan yang
menumpuk membuat waktu 24 jam terasa tak cukup. Apalagi beberapa teman memberi komentar. “Kalau tambah sibuk, kapan dapat jodoh?” atau
komentar lain, “Sekolah terlalu tinggi membuat pria jadi minder.” Namun ternyata Dessy beruntung bisa menyelam sambil minum air’. Seorang
dosen muda tak hanya berhasil membuat Dessy makin kaya ilmu, tapi juga
jatuh cinta padanya. Tak lama setelah diwisuda, Dessy menambah gelar
satu lagi. “Jadi ibu rumah tangga,” katanya. Tapi bagaimana jika dosen di
tempat belajar tak ada yang menarik? Sang pakar John Gray, Ph.D.
memberi tips, “Jika ada yang menarik perhatian di ruang kuliah, jangan
ragu-ragu
untuk mengajaknya mengerjakan tugas kuliah bersama.”
Romantic Place 7: Di Museum atau Pameran
Kapan terakhir kali Anda pergi ke museum atau mengunjungi pameran?
Mungkin Anda akan bilang, “Waktu SD.” Sekali-sekali, coba palingkan sejenak
perhatian dari mall atau kafe. “Jika Anda tak punya keahlian apa-apa
mengenai suatu hal, coba untuk mulai menggalinya,” ujar John Gray, Ph.D.
“Waktu sedang suntuk, saya sengaja memanjakan diri makan di restoran
mahal di hotel,” ungkap Elsye. “Karena tak tahan makan sendiri, saya
lalu ke pameran lukisan yang sedang diadakan di hotel itu. Saat sedang
melihat-lihat, seorang pria membuka percakapan dengan saya. Mungkin ia
mengira saya sedang tersesat. Saya kagum pada pengetahuan seninya yang
sangat luas. Beberapa minggu kemudian, hubungan kami berlanjut. Memang
kami tak melulu pacaran di tempat pameran, tapi sejak itu wawasan saya
jadi tambah terbuka!”
Romantic Place 8: Tempat Mengantri
Anda perlu waspada jika termasuk yang anti mengantri. “Jangan salah.
Siapa tahu jodoh Anda ada di antrian itu,” ujar John Gray, Ph.D. Justru saat
sedang di puncak kebosanan itu, Anda jadi tertarik memperhatikan
sesuatu. Di antrian supermarket yang super panjang, Anissa merasa bosan. Puluhan orang antri di depan kasir dengan trolley sarat belanjaan. Tiba-tiba,
seseorang menabrak pria yang berdiri di belakang Anissa. Otomatis ia segera membantu si pria memunguti belanjaannya. Pria itu terkesima atas kesigapan Anissa. Hingga kini,hubungan mereka terus berlanjut.
Romantic Place 9: Dalam Perjalanan
Sehetulnya, ini cerita klasik kisah percintaan. Ketemu di halte bus,
stasiun, kereta atau di pesawat. Tapi, hampir semua pelakunya mengaku
tak sengaja melakukannya. Jadi lain kali Anda bepergian dengan transportasi
umum, jangan ragu-ragu membuka diri untuk mengenal orang lain.
Berada hampir 20 jam dalam pesawat ke luar negeri membuat Anneke
nervous.
Akibatnya, hampir sejam sekali ia rutin ke toilet. Saat ‘peak hours’,
antrian di depan toilet jadi sangat panjang. Tak sengaja Anneke
memperhatikan orang yang sama yang juga beberapa kali mengantri. Anneke
memberanikan diri mengajaknya bercakap-cakap. Bahkan sampai di tujuan,
pria itu dengan suka rela mau menjadi guide untuk Anneke.
Bukan hanya toilet pesawat saja yang membawa berkah, John Gray, Ph.D.
menyarankan, “Berjalan-jalan di gang pesawat akan membuat Anda terlihat
oleh orang lain. Siapa tahu di antara orang yang memperhatikan Anda itu
adalah sang jodoh.”
Romantic Place 10: Coba kegiatan luar ruang
Jika Anda tak suka kegiatan luar ruang karena takut kulit hitam, ubah
sedikit kebiasaan itu. “Ikut tur dan berpetualang memberi kesempatan
Anda untuk ketemu orang-orang baru,” ujar John Gray, Ph.D.
Tasya nekad berkelana menelusuri kota tua di Jawa Tengah seorang diri.
Seorang teman berbaik hati menemani melihat obyek-obyek wisata. “Saya
tak begitu bisa mengoperasikan kamera canggih yang saya bawa.” Bukan suatu kebetulan, si teman membawa seorang teman lain yang jago fotografi.
Sambil berwisata, Tasya sekalian belajar memotret. Saking asyiknya, medan yang terik pun tak digubrisnya. Sang fotografer itu kemudian jadi teman baik
selama bertahun-tahun, dan hubungan itupun berlanjut ke tahap yang
lebih serius.